Pelatihan pengolahan ikan bandeng tanpa duri pada masyarakat pesisir di Desa Bulucindea Kabupaten Pangkep

Sri Udayana Tartar, Zaimar Zaimar, Sitti Nurmiah, Reta Reta

Abstract

Ikan bandeng merupakan komoditas perikanan yang mempunyai cita rasa yang spesifik sehingga digemari banyak orang. Namun memiliki kekurangan yaitu mempunyai tulang dan duri yang banyak. Salah satu cara sederhana untuk mengatasi kekurangan tersebut adalah dengan diversifikasi olahan dalam bentuk ikan bandeng tanpa duri. Olehnya itu tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan kelompok masyarakat melalui pelatihan pengolahan bandeng tanpa duri. Adapun kelompok masyarakat tersebut berlokasi di kawasan pesisir di Desa Bulu Cindea Pangkep. Metode yang diterapkan adalah (i) penyuluhan, (ii) demonstrasi berupa praktek langsung. Sedangkan evaluasi prospek pengembangan usaha menggunakan analisis SWOT. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa metode penyuluhan dan demonstrasi dapat menerapkan teknologi sederhana kepada masyarakat. Hasil praktik pencabutan duri diperoleh bahwa rata-rata masih membutuhkan waktu lebih dari 15 menit per ekor berarti masih dibawah standar yang terampil. Hasil analisis SWOT untuk prospek pengembangan usaha lebih lanjut diperlukan strategi peningkatan keterampilan teknis pelaku usaha, perangkat teknologi peralatan dan sarana yang memadai, pemasaran melalui promosi dan kerjasama dengan mitra usaha atau industri.

Keywords

ikan bandeng; bandeng tanpa duri; pemberdayaan; masyarakat pesisir

References

T. Achmad, A. Triono, T. Aslianti, T. Setiadarma, dan Kasprio, “Pedoman Teknis Pembenihan Ikan Bandeng” Seri Perkembangan Hasil Penelitian Perikanan. Jakarta; Badan Litbang Pertanian, 1993.

BPS, “Sulawesi Selatan dalam Angka”. Biro Pusat Statistik Sulawesi Selatan, Makassar. 2018.

Direktorat Jenderal PK2P, “Statistik Perikanan Indonesia”. Jakarta; Departemen Kelautan dan Perikanan, 2003.

B. Vatria, “Pengolahan Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsk) Tanpa Duri”. Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Rekayasa, pp. 18 – 23, 2010.

BPPMHP, “Ikan bandeng dan Produk Diversifikasinya”. Jakarta (ID): Departemen Kelautan dan Perikanan, 2004.

C. Saparinto, “Bandeng Tanpa Duri dan Cara Pengolahannya”. Semarang (ID): Dahara Prize, 2009.

BPS, “Pangkep dalam Angka”. Biro Pusat Statistik Kabupaten Pangkep, Makassar. 2018.

T. M. Simatupang, “Struktur dan Sistem Rantai Pendingin Ikan dalam Rangka Pengembangan Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN)”, 2016. https://supplychainindonesia.com/sistemrantai-dingin-cold-chain-dalam-implementasi-sistem-logistik-ikan-nasional-slin.html.

E. Afrianto dan E. Liviawaty, “Pengawetan dan Pengolahan Ikan”. Yayasan Kanisius, Jogyakarta, 2011.

S. Ilyas dan Abdurrahman, “Perbaikan Handling dan Distribusi Ikan Basah”. Laporan Penelitian Lembaga Teknologi Pertanian No. 2, Jakarta, 1971.

E. Nusantari, A. Abdul, R. Marsuci, Harmain, “Ikan Bandeng Tanpa Duri (Chanos chanos) sebagai Peluang Bisnis Masyarakat Desa Mootinelo, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo”. Agrokreatif, Vol 3 (1): 78-87, 2016.

P. Kotler dan K. L. Keller, “Manajemen Pemasaran”. Alih Bahasa oleh Ali Rangkuti, Freddy. Penerbit Erlangga, Jakarta, 2014.

Article Metrics

Abstract view: 116 times
Download     : 55   times

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.