PEMBINAAN PENGELOLA USAHA DAYA TARIK WISATA DI JAWA TENGAH: SOSIALISASI STANDAR USAHA

Aurilia Triani Aryaningtyas, Aletta Dewi Maria Th

Abstract

Central Java is one of the tourism destinations in Indonesia that offers a variety of amazing tourist attractions. However, the current tourism attraction business managers are still facing problems including: the problem of structuring, managing, and developing tourist attraction that is still not in accordance with established standards. Therefore, in the dedication of  the Community Activities, the executor of dedication implementer conducts socialization and coaching to increase understanding and ability in managing tourist attraction businesses, to comply with specified standards, as well as understanding procedures to obtain tourism business certification. The activities include: 1) Presentation of material about Tourism Business, 2) Presentation of material about Standards for Management of Tourism Attractions and how to obtain certification, 3) Discussion.

Keywords

business manager, tourist attraction, business standards

References

Pemerintah Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 11. Jakarta : Sekretariat Negara.

Hariyana, I. K., & Mahagangga, I. G. A. O. (2015). Persepsi masyarakat terhadap pengembangan Kawasan Goa Peteng Sebagai Daya Tarik Wisata Di Desa Jimbaran Kuta Selatan Kabupaten Badung. Jurnal Destinasi Pariwisata, 3(1), 24-34.

Lincinwa. (2018). Strategi Pengelolaan Dalam Pengembangan Daya Tarik Wisata Pemandian Air Panas Oleh Pemerintah Batu Lepoq Kabupaten Kutai Timur. eJournal Administrasi Bisnis. 2018,6 (4). hal. 1304-1306.

Hatta, M., Dinar, D., & Nasrullah, N. (2019). Model Strategi Pengembangan Desa Wisata Pulau Lakkang Sebagai Daya Tarik Wisata di Kota Makassar. Jurnal Nusantara, 2(2), 33-37.

Guntar, M. (2013). Pengaruh Bauran Produk Museum Terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan di Museum Jawa Tengah Ranggawarsita (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Indonesia).

Firawan, I. G. N. F., & Suryawan, I. B. (2016). Potensi Daya Tarik Wisata Air Terjun Nungnung Sebagai Daya Tarik Wisata Alam. Jurnal Destinasi Pariwisata, 4(2), 92-95.

Permilasari, N. K., & Arida, I. N. S. (2014). Bentuk Pengelolaan Pantai Batu Bolong Sebagai Daya Tarik Wisata Surfing di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Jurnal Destinasi Pariwisata, 2(2), 37-48.

Aryati, R. (2018). Pengaturan Dan Pelaksanaan Standardisasi Usaha Jasa Pariwisata di Kota Bukittinggi. Jurnal Menara Ekonomi: Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi, 4(2).

Baihaqi, F. (2014). Manajemen pengelolaan obyek daya tarik wisata (ODTW) Masjid Agung Jawa Tengah (Doctoral dissertation, UIN Walisongo).

Pemerintah Indonesia. (2012). Peraturan Pemerintah No. 52 Tahun 2012 tentang Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha di Bidang Pariwisata. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 105. Jakarta : Sekretariat Negara.

Lukiawan, R., Setyoko, A. T., & Suminto, S. (2018). Kesiapan Pelaku Usaha Jasa Perjalanan Wisata Dalam Penerapan Standar Usaha Pariwisata. Jurnal Standardisasi, 18(2), 107-114.

Wijayanti, A., Abdillah, Y., & Mawardi, M. K. (2016). Analisis Implementasi Sertifikasi USAha Pariwisata Bidang Perhotelan Di Kota Malang. Jurnal Administrasi Bisnis, 31(1), 192-198.

Bagiastuti, N. K. (2017). Sertifikasi Kompetensi sebagai Upaya Perlindungan Hukum bagi Tenaga Kerja Industri Pariwisata dalam Menyambut IATA. Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities], 4(2), 140.

Article Metrics

Abstract view: 152 times
Download     : 154   times

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.