Pelatihan omotenashi melalui chanoyu kepada karyawan Hotel Grand Orchid Yogyakarta

Teti Indriati Kastuti, Santi Stanislausia Liem

Submitted : 2022-03-22, Published : 2023-01-01.

Abstract

Seiring dengan dibuka kembali kawasan wisata dan dilonggarkannya pengetatan bersamaan dengan ditemukannya vaksin, wisatawan berbondong-bondong untuk menyalurkan hasrat wisata yang terpendam karena pandemi Covid-19. Momentun ini merupakan pendorong bagi pelaku usaha jasa dalam menyesuaikan layanan yang sebaik-baiknya terhadap wisatawan. Tuntutan persaingan yang semakin sengit mendorong para pelaku usaha pariwisata tidak terkecuali perhotelan berusaha memikirkan meningkatkan pelayanan yang baik dari segala bidang termasuk pelayanan. Seiring dengan kebijakan dan strategi pembangunan pariwisata sudah selayaknya pelaku usaha pariwisata mendorong terbangunnya sikap/mental pelaku usaha yang ramah terhadap wisatawan. Permasalahannya tidak semua pelaku usaha pariwisata dapat memahami dan menjalankan konsep keramahtamahan/hospitality tersebut, termasuk pelaku usaha perhotelan. Berdasarkan alasan tersebut perlu diadakan pelatihan khusus tentang omotenashi (hospitality ala Jepang), dimana omotenashi merupakan keramahtamahan bergaya Jepang yang melebihi manual dan standar etika pelayanan dunia. Hasil diskusi disimpulkan bahwa peserta pelatihan menjadi memahami konsep omotenashi bagi bangsa Jepang sebagai bentuk pendisiplinan diri yang memiliki latar belakang nilai religius yang tinggi.

 

Keywords

omotenashi; chanoyu; chakaiseki

References

R. M. Fadhil and M. Zaenuri, "Strategi Recovery Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Pada Masa New Normal," J. Pemerintah. dan Kebijak., vol. 2, no. 2, pp. 60-71, 2021.

H. Hermawan, E. Brahmanto, and F. Hamzah, Pengantar Management Hospitality, Ke-1. Pekalongan: PT. Nasya Expanding Management, 2018. doi: 10.31227/osf.io/7cymx

A. Amirullah and M. Ridwan, "Interpretasi Kawasan Adat Karampuang Kabupaten Sinjai Sebagai Suplemen Ajar Mata Kuliah Ragam Budaya Lokal," J. Praksis dan Dedik. Sos., vol. 4, no. 2, p. 69, 2021, doi: 10.17977/um032v4i2p69-78

I. S. Janti, "Perkembangan Makanan Halal Di Jepang," J. Sosiol. Reflektif, vol. 14, no. 2, p. 389, 2020, doi: 10.14421/jsr.v14i2.1772

T. I. Kastuti, "Nilai Filosofis dalam Chanoyu," Japanese Res. Linguist. Lit. Cult., vol. 1, no. 1, pp. 79-91, 2018, doi: 10.33633/jr.v1i1.2129

C. T. Suryawati, "Cerminan Jiwa Chanoyu Dalam Pepatah Zen Yang Terrdapat Pada Kakejiku," Ayumi J. Budaya, Bahasa, dan Sastra, vol. 5, no. 1, pp. 52-67, 2018, doi: 10.25139/ayumi.v5i1.826

U. Kuraesin, "Omotenashi Concept in Japanese Expression in Hospitality," 2021. https://maggiesensei.com/2015.

T. I. Kastuti and C. D. Permatasari, "Comparative Study of Chanoyu Tea and Tea Serving in Yogyakarta Palace," Izumi, vol. 9, no. 2, pp. 166-175, 2020, doi: 10.14710/izumi.9.2.166-175

Y. Rahmah, I. Widisuseno, R. Wiyatasasy, and B. Mulyadi, "Pelatihan Chanoyu Upacara Minum Teh Jepang Unttuk Menggali Nilai-Nilai Budaya Serta Manfaat Yang Terkandung Di Dalamnya," Harmoni, vol. 1, no. November, pp. 37-41, 2017, https://ejournal.undip.ac.id/index.php/harmoni/article/view/16659.

M. K. Kimiecik, "Chanoyu : History and Practice," Hist., vol. 9, no. 1, pp. 18-29, 2019.

C. Tantri Suryawati, "Spirit of Omotenashi which is expressed through Rikyuu Douka," Budapest Int. Res. Critics Institute-Journal, vol. 4, pp. 9015-9013, 2021.

Article Metrics

Abstract view: 22 times
Download     : 4   times Download     : 5   times

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.