Perancangan dan produksi video kampanye sosial Indonesia tsunami alert

Pratiwi Cristin Harnita, Ester Krisnawati

Abstract

Pengenalan akan potensi bencana tsunami penting dilakukan agar dapat meninimalisir korban jiwa. Pada survey yang dilakukan kepada anak-anak muda di Cilacap, video iklan  merupakan urutan kedua yang disukai sebagai media komunikasi pendidikan bencana. Di Jawa Tengah terdapat beberapa kabupaten yang merupakan zona merah rawan Tsunami yaitu Kabupaten Cilacap, dan Kebumen. Ratusan orang telah kehilangan nyawa dan tempat tinggal akibat bencana Tsunami. Adanya megatrust dan jejak tsunami purba menunjukkan bahwa kemungkinan akan terjadi bencana tsunami besar yang tidak dapat diperkirakan kapan terjadi. Masyarakat harus bersiap menghadapi segala kemungkinan. Perancangan dan produksi “Indonesia Tsunami Alert” dikemas dengan menarik, dengan pendekatan persuasif yang menunjukkan pembuktian dari para pakar yaitu BMKG, BPBD dan akademisi yang meneliti tentang tsunami di Jawa Tengah. Perancangan kampanye sosial berdurasi 2 menit ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya anak muda (usia 15-25 tahun) yang berada di zona rawan tsunami untuk paham dengan tiga tanggap darurat tsunami  yaitu tanggap gempa bumi, tanggap peringatan  dan tanggap evakusi.

 

 

Keywords

Komunikasi Pendidikan Bencana; Video; Kampanye Sosial; Bencana; Tsunami

References

D. Halim, “BNPB Usul ‘Master Plan’ Pengurangan Risiko Bencana Tsunami Dilanjutkan,” Jakarta, Dec. 26, 2018.

P. C. Harnita et al., “Pengembangan dan Implementasi Komunikasi Pendidikan Bencana Tsunami Development and Implementation of Tsunami Disaster Education Communication,” vol. 5, no. 2, pp. 224–240, 2021.

D. Asteria, “Optimalisasi Komunikasi Bencana Di Media Massa Sebagai Pendukung Manajemen Bencana,” J. Komun. Ikat. Sarj. Komun. Indones., vol. 1, no. 1, p. 1, 2016, doi: 10.25008/jkiski.v1i1.30.

G. S. Nurwin et al., “Pilar 3 - Pendidikan Pencegahan dan Pengurangan Risiko Bencana,” Pendidik. Pencegah. dan Pengurangan Risiko Bencana, 2015.

S. Maarif, “Mengarusutamakan Pendidikan Kebencanaan Mengarusutamakan Pendidikan Kebencanaan,” 2021. https://kemenag.go.id/read/mengarusutamakan-pendidikan-kebencanaan-bgbwo (accessed Jul. 19, 2021).

J. R. A Venus, S Rema Karyanti, Manajemen Kampanye: Panduan Teoretis dan Praktis dalam Mengefektifkan Kampanye Komunikasi. 2004.

F. A. K and C. Uman, “Komunikasi Bencana Sebagai Sebuah Sistem Penanganan Bencana Di Indonesia,” Mediakom J. Ilmu Komun., vol. 3, no. 1, pp. 25–37, 2019, doi: 10.35760/mkm.2019.v3i1.1980.

C. Robert, Environmental Communication and the Public Sphere, 2nd ed. Thousand Oaks: Sage., 2010.

Rudianto, “Komunikasi dalam Penanggulangan Bencana,” J. Simbolika, vol. 1, no. 1, pp. 1–12, 2015.

Y. Perbawaningsih, “Menyoal Elaboration Likelihood Model (ELM) dan Teori Retorika,” J. ILMU Komun., vol. 9, no. 1, pp. 1–17, 2012, doi: 10.24002/jik.v9i1.50.

Article Metrics

Abstract view: 10 times
Download     : 2   times

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.